• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Artikel

TATA IBADAH MINGGU BIASA II TGL. 14 JANUARI 2018

Tema: “Mepersembahkan Diri Untuk Memuliakan TUHAN”

P: Pemimpin Ibadah; Pnt: Penatua; Dkn: Diaken; U: Umat

 

PERSIAPAN

 Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

 Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

 Lonceng berbunyi

 Pembacaan warta gereja

 Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyikan “Angkatlah Hatimu Pada Tuhan”

(PKJ 4:1-2)

 Prosesi Pengkhotbah, anggota majelis dan petugas ibadah masuk ke ruang ibadah

 Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

 Pendamping Pengkhotbah menyerahkan Alkitab besar kepada Pengkhotbah.

 

KATA PEMBUKA

PP: Minggu ini kita memasuki Minggu Biasa II dengan tema: “Mempersembahkan Diri Untuk Memuliakan Tuhan”, yang mengingatkan kita bahwa Tuhan memanggil dan memilih kita agar bersedia dipakai untuk menyampaikan firman-Nya dan melakukan pekerjaan-Nya.

 

VOTUM

P: Ibadah Minggu Biasa kedua ini  kita awali dengan satu pengakuan bahwa pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U: (Menyanyikan “Amin”)

 

SALAM

P: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara. (Flp 1:2)

U: Juga menyertai saudara

 

NYANYIAN: Mari Kita Puji (PKJ 17:1-2)

 

DOA PENGAKUAN DOSA (Pnt) Umat Duduk

 

KETIKA TUHAN BICARA

 

Ketika suatu kali aku akan berdoa

Tuhan mendekatiku & berbisik lembut :

 

“Nak, tunda dulu doamu untuk sementara,

Kali ini berilah kesempatan Aku untuk bicara

Ketahuilah, tak ada doamu yang terlewat oleh-Ku,

Namun memang tidak semua permintaanmu Aku penuhi,

Bukan karena Aku tidak lagi peduli,

Tapi karena tidak semua keinginanmu baik untukmu

Belum semua permohonanmu terwujud,

Bukan karena Aku adalah Allahmu yang suka menuntut,

Tapi karena Aku mengenal waktumu yang lebih patut

 

Anak-Ku,

Sudahkah kau coba renungkan keseharianmu?

Udara yang selalu kau hirup di setiap helaan nafasmu

Kelegaan air yang kau minum di saat dahagamu,

Makanan-makanan yang mengenyangkanmu,

Pakaian yang memantaskankanmu,

Keselamatan setiap langkah kakimu

Kesehatan yang membuat keceriaanmu

Kelelapan di setiap tidurmu …

Itu semua bagian pekerjaan-Ku menjaga dirimu

Dan mewujudkan keinginan yang terkandung dalam rangkaian doamu

 

Tetapi anakku ketahuilah,

masih begitu banyak pekerjaan-Ku yang belum selesai,

bersediakah engkau membantu Aku

Aku berharap engkau datang kepada-Ku bukan hanya saat kau butuh Aku

Karena Aku pun membutuhkanmu bekerja di ladang-Ku

Hendaklah jangan lagi menunda waktu karena waktumu terbatas

Hendaklah jangan lagi berdalih tak mampu

Karena sesungguhnya hanya Aku yang memampukanmu

Aku tidak peduli seberapa rendah engkau memandang dirimu

Yang Kuingin seberapa terbuka hatimu untuk mau bersama-Ku

Hiruk pikuk dunia sering memabukkanmu

Hingga engkau enggan menyentuh pekerjaan-pekerjaan-Ku

 

Kenalilah Aku sebagi Allahmu

Kenalilah Aku sebagai gembalamu”

 

Aku tercenung dengan bisikkan Tuhanku,

Begitu banyak diriku membuang waktu

Duh Gusti, ampunilah hamba-Mu

Mampukan aku untuk melakukan kehendak-Mu

Amin

 

NYANYIAN: Jadilah Tuhan Kehendak-Mu (NKB 14:1-4)

(Bait 1: semua; bait 2: perempuan; bait 3: laki-laki; bait 4: semua)

 

BERITA ANUGERAH

P:   1 Timotius 1:12-17

 

(Umat berdiri menyanyikan “Bersuka Citalah Selalu”, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

 

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Mohon Pertolongan Roh Kudus

P : ... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi manusia, kami berdoa

U : Amin

- Pembacaan Alkitab

 Bacaan I: 1 Samuel 3:1-20

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U  : Puji Syukur kepada Allah

 Bacaan Tanggapan:  Mazmur 139:1b-6,13-18

 Bacaan II: 1 Korintus 6:12-20

Pnt: Demikianlah Sabda Tuhan

U: Puji Syukur kepada Allah

 Bacaan  III:  Yohanes 1:43-51

P: Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U: (menyanyikan Haleluya!)

 

• Khotbah

 

• Nyanyian: Muliakanlah, Hai Jiwaku (PKJ 304) 5x

 

PELAYANAN SAKRAMEN BAPTIS (khusus ibadah pukul 09.00 wib)

- Pembacaan Pertelaan

- Nyanyian “Biarlah Semua Anak” (KJ 154:1-2)

- Pelayanan Sakramen Baptis

- Penyataan Kesanggupan Umat

- Penyerahan Surat Baptis

 

PADUAN SUARA: PS KWD Rama B

 

PENGAKUAN IMAN RASULI Umat Berdiri

 

PEMILIHAN BAKAL CALON PENDETA

 

DOA SYAFAAT Umat Duduk

P: (doa diakhiri dengan ungkapan “…dalam pengasihan-Mu, kami mohon…”)

U: dengarkanlah permohonan kami. Amin.

 

DOA BAPA KAMI (dinyanyikan berdiri bergandengan tangan

 

PADUAN SUARA :

- Pk. 06.30 wib : PS Pranagita

- Pk. 17.00 wib – PS Penggilingan

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Pengantar: Roma 12:1-2

- Nyanyian: Bagi Yesus Kuserahkan (KJ 363:1-3)

- Pengedaran kantong (diiringi instrumen)

- Nyanyian (Umat berdiri): Bagi Yesus Kuserahkan (KJ 363:4)

- Doa

 

NYANYIAN: Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan (NKB 199:1-4)

(Bait 1: semua; bait 2: laki-laki; bait 3: perempuan; bait 4: semua; Refr.: semua)

PENGUTUSAN

P: Arahkanlah hatimu kepada dunia!

U: Kami mengarahkan hati kepada dunia.

P: Persembahkanlah dirimu untuk memuliakan Tuhan!

U: Kami persembahkan seluruh hidup kami untuk Tuhan

P: Terpujilah Allah – Bapa, Anak dan Roh Kudus!

U: Yang tidak pernah memisahkan kami dari kasih-Nya sekarang sampai selama-lamanya.

 

BERKAT

P: Kiranya berkat Allah Sang Pencipta, Sang Penolong Sejati, dan penyertaan Roh Kudus selalu menyertaimu sekarang dan selama-lamanya.

 

U: (Menyanyikan Amin)

 

Lagu: Dina Elisye Siahaan (STT Jakarta) 2015

 

SAAT TEDUH Umat Duduk

 

PENUTUP

- Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada Pendamping Pengkhotbah

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Lonceng Berbunyi

- Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/12/’17

13 Jan 2018 ,written by nikimaserika
 

BACAAN ALKITAB TGL. 15-21 JANUARI 2018

Senin, 15 Januari 2018

1 Samuel 9:27-10:8;

Mazmur 86; Markus 3:22-30

 

Selasa, 16 Januari 2018

1 Samuel 15:10-31

Mazmur 86; Markus 3:31-35

 

Rabu, 17 Januari 2018

Kejadian 16:1-14;

Mazmur 86; Markus 16:15-18

 

Kamis, 18 Januari 2018

Yeremia 19:1-15;

Mazmur 62:5-12; Markus 4:21-25

 

Jumat, 19 Januari 2018

Yeremia 20:7-13;

Mazmur 62:5-12; Markus 4:26-34

 

Sabtu, 20 Januari 2018

Yeremia 20:14-18;

Mazmur 62:5-12; Markus 4:35-41

 

Minggu, 21 Januari 2018

Yeremia 20:14-18;

Mazmur 62:5-12; Markus 4:35-41

13 Jan 2018 ,written by nikimaserika
 

BACAAN ALKITAB TGL. 08-14 JANUARI 2018

Senin, 08 Januari 2018

Yesaya 40:12-24; Mazmur 5;

Efesus 1:1-14; Markus 1:1-13

 

Selasa, 09 Januari 2018

Yesaya 40:25-31; Mazmur 42;

Efesus 1:15-23; Markus 1:14-28

 

Rabu, 10 Januari 2018

Yesaya 41:1-16; Mazmur 89:1-18;

Efesus 2:1-10; Markus 1:29-45

 

Kamis, 11 Januari 2018

Yesaya 41:17-29; Mazmur 97;

Efesus 2:11-22; Markus 2:1-12

 

Jumat, 12 Januari 2018

Yesaya 42:10-17; Mazmur 51;

Efesus 3:1-13; Markus 2:13-22

 

Sabtu, 13 Januari 2018

Yesaya 43:1-13; Mazmur 104;

Efesus 3:14-21; Markus 2:23-3:6

 

Minggu, 14 Januari 2018

1 Samuel 3:1-10; Mazmur 139:1-6, 13-18

1 Korintus 6:12-20; Yohanes 1:43-51

06 Jan 2018 ,written by nikimaserika
 

YESUS DIBAPTIS, AGAR KITA DIBAPTISKAN

“Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret ..., dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. ..., dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (Mrk. 1:9-11)

Markus memang tidak mengangkat nama Yohanes Pembaptis secara detil. Karena bagi Markus tokoh utamanya adalah Yesus Kristus. Selain itu, seperti nobuat dalam PL, karena ia-lah yang diutus mempersiapkan  jalan bagi Tuhan. Seperti dinobuatkan Maleakhi, “... suara seorang yang berseru-seru di padang gurun” (Yes. 40:3; Mal. 3:1).  Meski begitu Yohanes Pembaptis adalah pengkhotbah atau pemberita pertama kabar baik tentang Yesus Kristus, “... Ia yang lebih berkuasa dari padaku; ... Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” (Mrk. 1:7-8). Untuk itu mari kita lihat dan renungkan  lebih jauh tentang Baptisan Yesus.

Markus ingin memperkenalkan Yesus dari sudut batin-Nya. Yesus datang kepada Yohanes secara incognito (menyamar, jw. dedemitan). Sama seperti orang-orang lain, Ia berdiri ditengah-tengah para pendosa dan menerima baptisan Yohanes walaupun Ia sesunguhnya Putra Allah sendiri. Dengan demikian Ia menyatu dengan pendosa.  Hal itu dilakukan bukan supaya Ia sendiri selamat  atau luput dari murka Allah yang mendekat, melainkan karena Ia sepenuhnya mau bersatu dengan umat. Ia mendekati manusia sejauh mungkin, supaya manusia dapat kelimpahan kasih kerahiman-Nya. Ia yang adalah terang, yang sedang menerangi setiap manusia, sedang datang ke dalam dunia. Ia sedang bercahaya ditengah kegelapan untuk menyingkirkan kegelapan (Yoh. 1:4-5,9). Agar manusia beroleh hidup. Hidup dalam terang dan memancarkan terang. Agar manusia kembali segambar dengan Allah.

Jika kita ditanya, seperti Paulus bertanya pada para muridnya di Efesus, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” (Kis. 19:2) Akankah saudara juga menjawab belum pernah? Belum pernah mendengar? Atau Kalau kita menjawab sudah menerima Roh Kudus (Karena kita telah percaya dan dibaptis dalam Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus), akankah itu senantiasa menerangi batin kita? Menuntun kita dengan dan dalam terang-Nya ? Kita akan semakin merasakan terang-Nya kalau kita terus terbuka. Kita akan merasakan terang-Nya kalau kita mau berproses bersama kehendak-Nya. Kita akan semakin merasakan terang dan kuasa-Nya kalau kita tetap setia dan turut memancarkan terang-Nya.

Menarik ketika memperhatikan pengalaman spiritual sang Reformator Martin Luther.  Orang tua Luther  berkeinginan agar anaknya menjadi ahli hukum terkemuka.  Bahkan sang ayah mendambakan menjadi ahli hukum istana. Ia pandai dan berhasil dalam studinya. Akan tetapi dengan pengalaman baik dan buruknya, ia bergumul dan sering merasa ketakutan. Terutama ketika ia ingat bahwa, “Allah adalah hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat “ (Mz. 7:12) Luther berkesimpulan bahwa semua orang akan dihukum termasuk dirinya sendiri karena dosanya banyak. Pergumulannya ini membuatnya kadang berpikir untuk mencari kedamaian dengan cara menjadi biarawan.

Pada satu petang ditengah badai ia berjalan di ladang. Tiba-tiba halilintar menyambar begitu dekat, hingga ia terlempar beberapa meter ke belakang. Dan ia langsung berteriak, “Santa Anna, Tolonglah aku! Aku janji. Aku mau jadi biarawan!” Tanpa setahu ayahnya ia meninggalkan sekolah hukum dan masuk ke biara yang paling ketat disiplinnya, yaitu Ordo Augustin. Tak lama setelah itu Luther memberitahu orang tuanya. Tentu saja menimbulkan kekecewaan dan amarah ayahnya. Namun demikian keputusan Luther tetap ingin berada di biara. Bukan menjadi ahli hukum di istana raja, melainkan menjadi rahib sederhana di biara. Ia tidak tahu bahwa jalan dihadapannya ini justru akan membuat dia mengubah sejarah dunia.

Seperti pengalaman Paulus dan para muridnya, suatu keterbukaan dan kesetiaan dalam proses yang panjang untuk menyadari karya Roh Kudus, memelihara dan memancarkan terang-Nya pada dunia. Bagaimana dengan Saudara? Amin.

Pdt. Hosea Sudarna


06 Jan 2018 ,written by nikimaserika
 

TATA IBADAH MINGGU PERTAMA SETELAH NATAL MINGGU, 31 DESEMBER 2017 (pukul 6.30 & 09.00 wib)

Tema: “Merefleksikan Kehidupan Keluarga bersama Yusuf dan Maria”

P: Pemimpin Ibadah; Pnt: Penatua; Dkn: Diaken; U: Umat

 

PERSIAPAN

 Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

 Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

 Lonceng berbunyi

 Pembacaan warta gereja

 Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyikan “Hai Umat, Puji Allahmu” (PKJ 66:1-3)

 Prosesi Pengkhotbah, anggota majelis dan petugas ibadah masuk ke ruang ibadah

 Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

 Pendamping Pengkhotbah menyerahkan Alkitab besar kepada Pengkhotbah.

 

VOTUM

P:  Ibadah Minggu pertama setelah Natal ini diawali dengan satu pengakuan bahwa pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U:  (Menyanyikan “Amin”)

 

SALAM

P:  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara. (1 Kor 1:3)

U:  Juga menyertai saudara

 

NYANYIAN:  Hai Umat, Puji Allahmu (PKJ 66:4-6)

 

HUKUM KASIH                                                                                       Umat Duduk

P:   Amsal 4:20-27

 

NYANYIAN: Setia-Mu Tuhanku Tiada Bertara (NKB 34)

 

BERITA ANUGERAH

P:   Roma 5:1-2

 

(Umat berdiri menyanyikan “Bersuka Citalah Selalu”, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

 

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Kolekta

- Pembacaan Alkitab

  Bacaan I: Yesaya 61:10-62:3

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U: Puji Syukur kepada Allah

 

  Bacaan Tanggapan:  Mazmur 148

(dinyanyikan dari PKJ 28 “Nyanyikan Tuhanmu Haleluya”)

 

  Bacaan II : Galatia 4:4-7

Pnt : Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

 

  Bacaan  III:  Lukas 2:22-40

P: Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mende-ngarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U: (menyanyikan Haleluya!)

• Khotbah

• Nyanyian Respons Bernyanyilah Merdu (KJ 106:1-4)

 

PENGAKUAN IMAN RASULI     Umat Berdiri

 

DOA SYAFAAT Umat Duduk

P: (doa diakhiri dengan ungkapan “…dalam pengasihan-Mu, kami mohon…”)

U: dengarkanlah permohonan kami. Amin.

 

DOA BAPA KAMI

(dinyanyikan berdiri bergandengan tangan – dalam versi Bonar Gultom)

 

PADUAN SUARA : Pk. 06.30 – Swara Kemuliaan

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar: Mazmur 44:9

- Nyanyian: Yesus Kristus Sumber Hidup (GB 78:1-3)

- Pengedaran kantong (diiringi instrumen)

- Nyanyian (Umat berdiri): Yesus Kristus Sumber Hidup (GB 78:4-5)

- Doa

 

NYANYIAN: Keluarga Hidup Indah (PKJ 289:1-4)

 

PENGUTUSAN

P: Arahkanlah hatimu kepada Tuhan!

U: Kami mengarahkan hati kepada Tuhan.

P: Hiduplah sebagai keluarga yang menghadirkan Kerajaan Allah!

U: Ya, dengan pertolongan Allah!

P: Terpujilah Allah – Bapa, Anak dan Roh Kudus!

U: Yang tidak pernah memisahkan kami dari kasih-Nya sekarang sampai selama-lamanya.

 

BERKAT

P: Kiranya berkat Allah Sang Pencipta, Sang Penolong Sejati, dan penyertaan Roh Kudus selalu menyertaimu sekarang dan selama-lamanya.

 

U: (Menyanyikan Amin)

 

 

Lagu: Dina Elisye Siahaan (STT Jakarta) 2015

SAAT TEDUH Umat Duduk

 

PENUTUP

- Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada Pendamping Pengkhotbah

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Lonceng Berbunyi

- Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

komibdh/gkjjkt/12/’17

30 Dec 2017 ,written by nikimaserika
 


Page 1 of 49